+500.jpg)
1. Kentang di potong kecil kecil
+500.jpg)

Kali ini saya akan memberikan tips ampuh lolos dari razia polosi agar kalian yang biasanya melanggar bisa lolos dari razia tersebut. Untuk dapat lolos dari razia polisi yang paling aman yaitu bersikaplah santai, walau anda melanggar salah satu peraturan dalam berkendara.
Latihan di padepokan adalah sebuah program yang disediakan beserta fasilitas dan kebutuhan anggota yang sungguh-sungguh dan benar-benar ingin mendalami keilmuan dan latihan LSBD Hikmatul Iman.
Anggota akan berada dalam kondisi dan lingkungan yang baru, dimana perubahan kondisi itu dapat digolongkan sebagai kondisi perubahan lingkungan ekstrem. Di mana anggota akan tinggal dengan fasilitas minim, bersama kelompok/timnya (yang terdiri dari orang-orang/individu-individu yang baru dikenalnya), berada dalam aturan dan disiplin ketat, jam dan rutinitas aktivitas yang baru, padat dan ketat. Terisolasi dari fasilitas dunia luar/modern, komunikasi yang terbatasi dengan dunia di luar padepokan.
Tingkat stress dan kejenuhan, kebosanan bahkan intrik dan keputus-asaan akan sangat tinggi dengan kondisi tersebut, dan hanya mereka yang berniat tulus, teguh untuk konsisten dengan komitmen, paham dan sadar akan situasi, kondisi serta efek dan dampaknya yang akan sanggup melalui masa satu tahun latihan dengan hasil yang positif.
Kesalahan pertama dan berakibat fatal dari anggota adalah mereka selalu membayangkan tentang kondisi latihan, kondisi padepokan, suasananya, pencapaian yang akan mereka dapatkan dan lain sebagainya tentang latihan khusus padepokan serta setelah masa latihan itu selesai sebelum mereka menjalaninya. Membayangkan melakukan semua kegiatan fisik yang sangat berat selama 6 jam tentulah mudah, membayangkan berdiam pada satu posisi berusaha fokus pada hawa di satu titik selama 6 jam tentu saja mudah. Hal yang mereka lalaikan adalah bayangan dan kondisi nyata adalah dua hal yang sangat bertolak-belakang. Mereka akan mendapatkan kekecewaan, merasa menyesal, lalu tertekan, kemudian frustasi dan putus-asa. Bagi mereka yang kemudian berhasil menguasai kembali dirinya setelah mengalami frustasi dan keputus-asaan, mereka akan berhasil mengikuti masa latihan selanjutnya dan mendapatkan kebaikan bagi diri mereka, sedang bagi mereka yang tidak, setelah frustasi/putus-asa itu mereka akan menjadi nekat atau stress berat (rusak berat mental dan pikirannya).
Pemikiran salah lainnya, anggota cenderung beranggapan bahwa tenaga dalam adalah tentang penguasaan hawa panas semata. Padahal penguasaan tenaga dalam, pemanfaatan serta aplikasinya adalah tentang kontrol dan pengendalian diri, tentang iman dan takwa.
Pemahaman salah selanjutnya adalah konsep pemahaman skeptis tentang apa itu iman dan apa itu takwa, terutama dalam konteks peningkatan kualitas dan kemampuan diri/tubuh.
Yang lebih salah lagi, beberapa dari mereka bahkan mengharapkan bahwa kemampuan dan kelebihan itu akan mereka dapatkan dengan sendirinya asalkan mereka mengikuti saja dan bertahan selama satu tahun, bahkan yang terburuk dari harapan mereka adalah mereka akan mendapatkannya secara instant baik itu disebabkan karena karomah, atau kejadian kebetulan ataupun transfer dari Guru Utama.
Ada lagi pemikiran salah yang berkembang ketika berada dalam masa latihan, hal ini dikarenakan adanya sistem Tim yang diberlakukan selama masa latsus. Padahal sistem tim ini adalah untuk menjalani disiplin yang berakibat pada penerapan konsekuensi dan reward secara tim. Anggota cenderung berfikir, apabila salah seorang dari anggota tim berhasil mencapai pencapaian tertentu, maka dirinya pun akan ‘terkondisikan’ untuk mencapai hal yang sama, baik itu karena sengaja maupun tidak sengaja. Kelalaian berfikir anggota dalam hal ini adalah, mereka sungguh melupakan bahwa pencapaian dalam hal apapun adalah individual, pencapaian itu adalah dampak langsung/tidak langsung dari konsistensi dan kesinambungan niat-do’a-ikhtiar kemudian keselarasan/sinergitas semesta.
Namun, pemahaman tersebut cenderung disalah-artikan kembali dengan berfikir bahwa, jika pada akhirnya pencapaian hasil itu tergantung pada individunya, maka pilihan prioritasnya adalah selalu untuk kebaikan dan tujuan pencapaiannya dirinya sendiri dengan mengesampingkan lingkungannya. Padahal setiap individu tidaklah akan mendapatkan apa yang diusahakannya tanpa dukungan dan restu dari lingkungannya.
Latsus padepokan adalah fasilitas dan kesempatan yang disediakan oleh perguruan untuk memaksimalkan latihan dan hasilnya. Terjadi kesalah-pahaman tentang hal ini, bahwa setiap anggota yang mengikutinya adalah otomatis menjadi anggota ‘istimewa’ dari perguruan Hikmatul Iman. Padahal mereka hanya akan menjadi istimewa apabila mereka memang telah menjadi ‘istimewa’. Artinya, ke-’istimewaan’ tersebut baru akan mereka dapatkan bila mereka mencapai hasil yang diharapkan/ditargetkan setelah melalui masa latihannya tersebut. Jadi, latsus padepokan adalah kesempatan, sarana dan fasilitas yang disediakan perguruan untuk setiap anggota memaksimalkan peluangnya menjadi ‘istimewa’.
Anggota cenderung bahkan selalu dapat mengingat, memahami pengertian dari kalimat-kalimat pemahaman yang diberikan selama masa latsus tetapi tidak pernah meresap dalam dirinya atau mencoba menerapkannya. Anggota cenderung tetap saja melakukannya apa yang mudah dan nyaman baginya dengan alasan pembenaran yang dibuatnya.
Kesalahan berikutnya yang berakibat kegagalan pencapaian adalah, peserta latsus kemudian membiarkan dirinya atau berfikir bahwa dengan hanya mengikuti seluruh materi yang diberikan, mengikuti rutinitas selama latsus seperti karyawan yang telah terprogram oleh aktivitas pekerjaannya maka hasil yang diharapkan akan dicapainya. Tanpa semangat dan antusias sehingga tidak pernah terlihat usaha untuk memahami apa yang sedang dilakukan, memahami proses pencapaiannya dan sebagainya.
Bukan beban fisik yang akan lebih menjadi faktor gagalnya seorang peserta/murid dalam latsus, melainkan mental. Kegagalan dalam mengendalikan pikiran dan menguasai ego, ketidakmampuan memahami latihan dan tujuannya, kekalahan terhadap kondisi. Pemahaman, penguasaan dan pengendalian diri adalah kunci sukses latihan dalam jangka panjang, sementara konsistensi dan komitmen adalah kunci untuk melaluinya hari demi hari.
Latihan di padepokan adalah sebuah program yang disediakan beserta fasilitas dan kebutuhan anggota yang sungguh-sungguh dan benar-benar ingin mendalami keilmuan dan latihan LSBD Hikmatul Iman.
Informasi ini memang mirip cerita, cocoknya dikisahkan ketika dunia belum mengenal jalanan aspal. Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana mungkin cerita seperti ini sampai di Internet. Memang kebetulan sumber informasi ini didapat dari orang yang mendalami kanuragan sekaligus melek teknologi.Di Indonesia terdapat banyak sekali ilmu hitam, dari mulai yang terendah hingga yang tertinggi. Ilmu-ilmu seperti ini dikategorikan tinggi jika memerlukan syarat yang sadis, dan juga ilmu yang didapat menakjubkan. Bahkan beberapa syarat sangat dikutuk oleh semua agama di Dunia.
Ilmu hitam tertinggi yang ada di Indonesia saat ini berjenis, Anti Raga Mati , dimana tubuh pemilik ilmu ini memiliki kemampuan regenerasi sel hingga 100 % dalam hitungan detik. Jika dalam film, kemampuan ini mirip dengan Wolverine di film X-Men atau Claire Bennet dalam serial Heroes. Tidak seperti Clair Bennet di serial Heroes, dia akan mati jika kepalanya terputus. Ilmu hitam tertinggi di Indonesia, yang disebutkan diatas, memiliki topangan hidup yang luar biasa, sehingga pemilik ilmu ini mampu menyambungkan kepala yang sudah terputus. Mengerikan bukan.
Terdapat 3 tingkatan dari Ilmu hitam ini, yaitu Rawa Rontek, Paku Bumi dan Pancasona. Rawa Rontek adalah tingkatan ilmu dimana tubuh pemilik ilmu ini dapat beregenerasi dengan cepat selama tubuhnya terkena air. Paku Bumi adalah tingkatan ilmu dimana tubuh dapat beregenerasi dengan cepat selama tubuhnya menginjak tanah. Sedangkan tingkat ilmu paling tinggi adalah Pancasona, pemilik ilmu ini tidak akan cedera atau mati, selama ada udara, atau masih tinggal di atmosfir bumi.
Untuk ilmu tingkatan paling rendah, yaitu Rawa Rontek, masih saya dengar beberapa orang Indonesia yang memiliki ilmu hitam dengan tingkatan seperti ini, bahkan di kota loh.
Biasanya pemilik jenis ilmu hitam ini memiliki umur yang panjang, bahkan sampai ribuan tahun. Tidak hanya itu, orang yang memiliki ilmu ini biasanya punya banyak koleksi ilmu yang tidak kalah hebatnya.
Bagaimana mendapatkan ilmu ini ?
Sama dengan ilmu hitam yang lain, untuk mendapatkan ilmu seperti ini membutuhkan kerjasama antara manusia dengan Jin. Yaitu sekelompok / Marga Jin yang memiliki kemampuan atau spesialiasi khusus. Jin-jin yang mampu melakukan regenerasi sel, seperti ilmu hitam diatas, biasanya jin dari keturunan dari salah satu jin terkuat, yaitu Jin yang telah hidup sebelum manusia di ciptakan.
Terdapat hanya 2 cara untuk mendapatkan ilmu seperti ini, yaitu mengajukan Proposal atau ditawari proposal. Bisa dengan perantara dan tanpa perantara. Untuk detailnya, maaf sekali saya kurang informasi mengenai hal ini, yang pasti tidak semua orang bisa, apalagi jika mengajukan proposal. Nah jika ditawari proposal, ada baiknya kita menolaknya, karena ilmu-ilmu seperti ini senang di awal, dan menderita di akhir.
Bagaimana pemilik ilmu hitam ini berakhir ?
Sama dengan manusia, kalau tidak mati sendiri berarti mati dibunuh. Hanya saja jika mati sendiri, tubuh pemilik ilmu ini membutuhkan waktu yang lama sekali diproses sakaratul mautnya, karena ketika tubuh sudah tidak dapat lagi menopang hidup, beberapa bagian tubuh berusaha untuk memulihkan diri, dan tubuh akan merasakan sakit yang amat sangat dalam waktu yang lama.
Mungkin kita pernah mengetahui tentang Jenglot. Jadi pemilik ilmu hitam ini tubuhnya tidak bisa hancur bakteri pengurai atau cacing tanah, tetapi mengerut dan terus mengecil, sampai saat dimana tubuhnya berubah menjadi jenglot. Mengerikan ya, sakit dan perih.
Jeglot
Bagaimana mengalahkan ilmu hitam ini ?
Jauhkan dari sumber penopang hidupnya. Jika sumbernya air, jauhkan dari air. Jika sumbernya tanah, jauhkan dari tanah. Jika sumbernya udara, jauhkan dari udara. Cara menjauhkan dari udara bisa membuat kubah hampa udara, atau dibawa ke luar angkasa.
Mari kita perhatikan cerita “Misteri Gunung Merapi” dibawah ini :
2 Orang pencari harta karun di gunung menemukan sebuah peti, dimana seseorang yang memiliki ilmu Rawa Rontek dikurung dalam sebuah peti, alias Mak Lampir. Peti itu sengaja dikunci didalam gua yang penuh bebatuan yang jauh dari air. Seperti kita ketahui ilmu Rawa Rontek adalah ilmu hitam anti raga mati tingkat 3 (Belum Tingkat 1 Lho…), dimana akan selalu hidup dan lebih kuat jika bersentuhan dengan air. Pemilik ilmu hitam ini biasanya memiliki ilmu-ilmu hitam lain yang tidak kalah hebatnya, dalam film ini disebutkan bahwa Mak Lampir juga memiliki Ilmu Melepas Sukma, Sihir dan Telekinetik. Dalam film ini terlihat bahwa Mak Lampir bangkit ketika ada tetesan darah / air menetesi di tubuhnya. Pemilik ilmu Rawa Rontek, tubuhnya memang sulit untuk dimusnahkan. Dalam film ini, seseorang yang bernama Prayogo mengunci tubuh Mak Lampir dalam peti yang sangat rapat jauh dari perairan. Di akhir film ini, terlihat juga bahwa Mak Lampir melakukan pembunuhan terhadap warga kampung. Mayatnya tidak dimakan atau dihisap, hanya dibunuh saja. Inilah syarat yang berat yang harus dilakukan oleh orang yang memiliki ilmu hitam sejenis ini. Misalnya harus membunuh setiap periode tertentu. Film ini fiksi, tapi semua film fiksi diilhami atas cerita-cerita nyata di masa lalu. Jadi memang Ilmu sejenis ini memang ada.
Sumber : www.cempari.com